Rss

Rabu, 06 Juni 2012

LONELY


Cerpen LONELY
Campuran Bahasa


6/6/2012
Fitriana Setyaningrum

ARIEL

Keluargaku ramai, saudaraku banyak. Namun kita sangat sibuk, sehingga jarang ada waktu berkumpul bersama keluarga. Mungkin berbeda halnya jika aku di Indonesia... indonesia memang tak best seperti halnya di negaraku, tapi aku tak mau membandingkannya. Meski begitu- aku mencintai indonesia seperti aku mencintai negaraku.
            Awalnya aku tak begitu apreciate dengan indonesia, meskipun Ia beda tipis dengan negaraku. Namun ketika ayahku membawa seorang wanita Indonesia... aku jadi memperhatikannya. Wanita itu bukan selingkuhannya ayahku, tapi Ibuku- meskipun bukan kandung. Mom sudah meninggal ketika aku remaja. Dan aku tak perlu juga membandingkan kedua wanita itu.
            Ia mirip orang india, dengan rambut cokelat madu dan kulit sawo matang. Bukan berarti orang indonesia mirip orang india... dia berbeda, aunty sangat keibuan. Tak seperti mom... dan di mata semua anak pastilah momnya yang terbaik. Tapi aku melihatnya seperti diriku- ia mampu menerima dad apa adanya.
            Karena dadlah aku bisa hidup mandiri, dengan beasiswa di tangan dan sudah mapan sekarang. Begitu juga dengan saudara-saudaraku yang lain... meskipun kita tanpa seorang Ibu. Ketika aku telah menerima aunty sebagai pendamping dad, aku mau mengambil cuti ke Indonesia, meskipun sulit sekali buatku untuk cuti karena pekerjaanku yang sangat padat. Motivasiku adalah dara dan Bunga. Mereka adalah saudara tiriku di Indonesia... let’s go to Indonesia Country!!!.
            Pagi yang tak seberapa terik itu, aku bersama Brian keluar dari airport. Di sana kami disambut orang tuaku dan tiga orang gadis. Yang berambut panjang ternyata Dara- ternyata ia sangat tinggi. Dan Bunga... berambut ikal dan bertubuh kurus adalah adik Dara dan tentunya kini telah menjadi adikku. Dan yang ketiga adalah keponakannya aunty, Virginia.
            Hmm, aku udah beberapa kali ke Indonesia, pertama ke Jakarta, kemudian Bali dan sekarang ke Yogyakarta. Tapi aku lebih suka di Yogyakarta- kotanya hangat, tenang dan nyaman.
            Lalu apa hubungannya dengan judul di atas?, tentu saja kita belum masuk ke bagian inti. Sejak kecil aku merasa kesepian, dan ketika aku berumur 24 tahun aku dikecewakan oleh pacarku. Tak usah sebut namanya karena ia sekarang sudah tak penting lagi buatku. Dan sejak saat itu aku benci dengan bangsa chinese- bukan rasis tapi... ya mungkin semua itu salahku. Aku tak banyak waktu untuknya karena kesibukanku mengurus perusahaan dan karyawan. Sehingga ia di belakangku menghianati aku. Wanita itu tak bisa mengerti lelaki, namun ia selalu ingin dimengerti. Padahal aku bekerja keras juga untuknya, demi bisa membahagiakannya nanti. Sebagai seorang direktur muda- itu berat buatku. Namun banyak orang yang bergantung padaku sehingga aku harus profesional.
            Aku tak dapat having fun seperti orang-orang seusiaku lainnya, bahkan hingga saat ini aku tak pernah memikirkan seseorang yang spesial.
            “Riel, kok ngelamun?. Capek?... tidur aja kalau capek” dad berkata sambil mengendarai mobil dalam perjalanan pulang.
            “oh, tak, Dad. Hmm... katanya Dad udah pindah rumah, ya? Di mana?” tanyaku sembari mengalihkan pembicaraan.
            “ya deket sana juga, Cuma Rumah kite sekarang tak sebesar Rumah sebelumnya. Tapi kite mu bangun lagi rumah macam tu”
            “oh”.
            “kita juga Cuma ngontrak, Riel. Dan aunty mau buat rumah makan di depannya” aunty menambahi.
            “oh, rencana mu buat rumah makan apa, aunty?” tanyaku lagi.
            “ayam goreng aja, ntar dibantu adik aunty”.
            Akupun mengangguk, tak sengaja aku melihat Dara. Ia kalem banget, dan sangat manis.
            Namun yang membalas tatapanku bukan dara, tapi Virginia. Namun kemudian Ia menundukkan kepalanya. Aku tak sadar apa yang tengah aku lakukan- aku menatap seorang wanita. Udah lama banget aku tak melakukannya. Wanita. Bukan, dia saudara tiriku- dan jangan bermimpi untuk menyukainya.
            Brian lebih cepat akrab dengan mereka bertiga, brian memang supel meskipun kita zodiaknya sama. Ok... kau tak percaya pada zodiak... but whatever, aku merayakan ulang tahunku bertiga dengan aunty dan brian. Hanya sebatas keluarga... tapi di sana aku merasa ada kasih sayang di keluarga kecil tersebut. Dara sudah bisa tersenyum padaku, bunga sudah mau bercanda denganku. Tapi aku tak suka dengan Virginia, ia berbeda dengan aunty, rambutnya lurus dan kulitnya putih, tubuhnya pendek dan matanya sipit. Tapi bukan karena Ia jelek, tapi dia Chinese. Dan setelah kita ngobrol-ngobrol memang ayahnya Chinese. Dan entah kenapa aku teringat mantanku.
            Aunty sudah tau tentang Fabby, katanya Fabby sempurna. Ya. Dulu aku pernah mencintainya... dan mungkin saja sampai saat ini.
            Rencana aku dan Brian di sini sampai lima hari, waktu itu kami pergunakan dengan sebaik-baiknya. Makan bersama, main tebak-tebakan dan cerita lucu bersama seluruh anggota keluarga- jalan-jalan ke pantai sampai ke Mal Ambarukmo Plaza. Dan haripun telah berlalu... dan di sini aku menjadi tokoh utama dalam ceritaku. Aku menentukan pilihan atas hidupku.

DARA

Tuhan, aku senang sekali punya saudara laki-laki. Mereka sangat baik, ada rasa melindungi dan lucu J.
Padahal selama ini aku hanya ditemani Bunga. Tapi bunga adalah adik perempuanku- Ia masih SMA tapi badannya bak model. Dulu aku yang meratui keluarga ini, namun karena pertumbuhan hormon- aku harus ekstra keras menjaga bentuk badanku agar tak dikalahkan Bunga.
Aku punya seorang kakak perempuan, meskipun sepupu. Virginia sangat kalah dibandingkan kita... dulu waktu kecil Ia sangat cantik- semua orang memujinya. Namun karena ia tak menjaga penampilannya, sekarang Ia tak keruan. Meskipun begitu tak mengurangi sayangku dengannya.
Namun ketika di pantai- aku curiga padanya mengapa ia dekat-dekat dengan Bang Ariel. Tapi sepertinya Ia menyukai Briann... ya exactly Brian sangat Cakep. Aneh ya... kita saudara tapi ada cinta di dalamnya. Tapi aku lebih menyukai Abang Ariel... ia sangat manis dan dewasa- tipikal cowok perfect. Tersenyum lagi...
Tapi yang membuat aku sedih adalah aku tak sempat mengetahui nomer Hp mereka, saat itu aku sedang kuliah Dengan kak V. Aku biasa memanggilnya kak Virginia dengan panggilan kak V. Kembali lagi ke topik semula, bahkan ketika mereka pulang ke Malaysia- aku tak sempat tahu. Tapi gampanglah itu bisa tanya sama Bunga, Bunga dan mereka udah bertukar nomer Hp.
“ Dar, aku lagi suka sama cowok “ kak V curhat padaku ketika makan siang.
“ oh, ya? siapa?” tanyaku sambil menebarkan senyuman.
“nggak ah, malu. Lagian aku nggak mungkin banget ma dia” Wajah V bersemu merah.
“kenapa nggak mungkin?, siapa sih?. Tenang aja aku nggak akan bocorin ke siapa-siapa” aku meyakinkan.
“kamu kenal kok orangnya, orangnya perfect banget... manis dan dewasa”.
“hmm, aku kenal? Anak kampus? Atau anak UKM?”
“bukan, dia orang baru kok” V masih nggak mau mengaku.
“jangan-jangan... salah satu diantara mereka?... Abang Ariel atau Brian?...” aku masih tertawa-tawa dengan rasa penasaran.
“tebaklah”
“Brian :D”
“kok bisa brian?”
“abis kayaknya brian khandh tipe kakak, siapa dong?”
“nggak, sebenernya dia Ariel...” ketika menyebutkan nama itu yang keluar dari bibir V pelan sekali. Dan aku kaget- tapi aku tersenyum padanya.
“mau aku bantuin?, dia cowok yang baik, kak. Daripada kakak pacaran sama cowok yang nggak jelas”.
“aku suka sama dia bukan karena dia cakep, Dar, bukan karena dia tajir ataupun udah sukses. Tapi aku suka dia apa adanya and beda dari cowok-cowok lainnya. Seperti nemuin Mr. Right”
Akupun terdiam. V emang banyak yang suka dan dia selalu populer dimanapun dia berada. Sehingga ia selalu bertemu dengan cowok-cowok yang hanya menyukai kecantikannya. Namun aku juga menyukai Bang Ariel.
“tapi kamu nggak suka sama dia, khandh, Darr?” tiba-tiba ia bertanya demikian.
“oh, tentu aja nggak. Dia khandh saudara jauh, kak. Siapa bilang nggak mungkin... coba aja... sayang kalau nggak diusahain. Kalau dia suka juga sama kakak tapi kakak cuek ntar nyesel sendiri. Apalagi dia masih sendiri- cewek-cewek sana khan cantik-cantik, kak”
“iya sih, tapi dia nggak mungkin banget suka sama aku, Darr. Kita khandh Cuma kayak gini... hmm... tapi aku juga nggak mau dijodohin. Nggak papalah, aku suka sama dia tapi aku nggak berharap milikin dia kok. Tapi kalau dia bukan saudara kamu mungkin kita nggak akan pernah ketemu. Tuhan mempertemukan aku ma dia melalui dia menjadi saudara kamu. Tapi... tabu khan kita pacaran meskipun aku ma dia saudara jauh”.
“hmm, mungkin nggak pacaran. Kayaknya dia tipe langsung melamar cewek haha” ucapku. Sebenernya aku seneng kak V menemukan cowok yang menjadi Adamnya. Sepertinya aku harus melupakan Bang Ariel... aku nggak mau bersaing cinta dengan kak V. Sekalipun aku juga menyukainya.
Kak V pantas buat Bang Ariel.

V

Ada dua hal atas masa depanku, rasa cinta itu terhapus waktu atau Ia menjadi takdirku. Aku takut dia hanya menjadi cinta sesaatku. Aku udah ngobrol banyak dengan Dara. Dan entah kenapa tingkah Dara jadi aneh ketika aku bilang suka sama Ariel. Ya Tuhan, pertemukanlah aku dengan Mr. Rightku... dan jangan dekatkan hamba dengan cowok-cowok yang tidak benar-benar mencintai Hamba.
Tapi apapun itu aku akan menjalani hidupku dengan sebaik-baiknya. Saat ini aku ingin kuliah dan bekerja dengan benar sehingga bisa sukses seperti Ariel. Aku malu pada teman-temanku yang sudah mau beranjak ke arah kesuksesan. Sedangkan aku masih diam di tempat. Masalah Cinta biar Tuhan yang mengatur semuanya nanti.
LONELY. Kata itu untuk kamu yang sedang sendiri, atau saat sedang ramai tapi tetap merasa kesepian... Lonely lebih kepada pemikiran dan perasaan kita... kosongnya hati atau perginya seseorang dari hidup kita... sehingga memaksa untuk keluar dari hati dan terasa remuk redam. Cinta bukan kamu memiliki seseorang- atau mencintai seseorang yang tak mungkin kau miliki. Tapi kamu menemukan belahan jiwamu melalui proses pembuktian cinta itu sendiri, dan ia bukan seseorang yang mampu mewujudkan apa impianmu- karena ia pasti akan meminta balasan.
Mr. Right seperti bintang yang mampu menerangi malam gelapmu. Ia indah dan selalu memperhatikanmu... tanpa kau sadari ia ada di belakangmu untuk melindungimu tanpa kau tahu... dan ia akan menjadi cinta sejatimu meskipun kau bersikeras menjauh darinya.



Itulah Mr. Right yang dapat menghapus Kesepianmu.

Alamat                        : Jalan Babarsari Kompleks PJKA No. 1 Yogyakarta
CP                   : 082265154857
Saat ini penulis kuliah di Jurusan Komunikasi Public Relations UPN Veteran Yogyakarta angkatan 2009 dan Jurnalis SiNus terbitan Tamansiswa
*Cerita Pendek di atas adalah karya orisinil dengan nama tersebut, mengcopy karya di atas harus ijin Penulis.

0 komentar: