VAMPIRE
“Kau beneran gak
tau siapa aku, la?. Sama sekali tidak ada rasa curiga sedikitpun padaku?...
pikirkan saja… kau selalu melihatku di malam hari” ujarku pada lala, seorang
gadis cantik dengan wajah yang memucat karena ketakutan. Pertama kali aku
melihatnya selalu berdiri di balkonnya pada malam hari. Aku tahu ia sedang
bersedih karena orang tuanya selalu bertengkar. Aku datang untuk menghiburnya
dan menjadi temannya. Tapi baru malam ini aku akan menyantapnya. Setelah aku
yakin ia mampu bahagia meski hidup tak membuatnya bahagia.
Ia mundur
perlahan-lahan. Dengan tertawa sinis aku menunjukkan mata tajamku, lala menatap
wajahku yang terpantul sinar rembulan dan berteriak sembari berlari ke dalam
rumah. Dalam hitungan detik aku telah berada di depannya, ia ketakutan tak
dapat lolos.
Tanpa basa-basi
lagi kugigit lehernya. Darahnya begitu enak… aku meninggalkannya seperti
manusia membuang botol minuman yang telah habis diminum. Dan aku terbang
kembali ke rumahku, jauh dari kota di mana kaum sepertiku tak perlu bersembunyi
dari manusia, namaku Chad-vampire paling jahat diantara vampire yang pernah
ada.
Seperti yang kau
tahu vampire tak pernah keluar pada siang hari, tapi tidak untukku. Karena aku
paling kuat… jadi aku bisa bertahan dengan sinar matahari… itu kulakukan dengan
tujuan-tujuan tertentu, seperti menipu teman-teman manusiaku agar aku lebih
mudah membawa mereka ke dalam duniaku. Aku tak punya orang tua seperti vampire
lainnya, orang tua yang kumaksud merupakan seorang pelindung. Aku hanya hidup berdua
dengan kekasihku yaitu Hillary. Ia putri vampire yang meninggalkan kerajaannya
untuk bersamaku. Dan aku yakin ia mencintaiku… tak seperti aku yang tak
mencintainya. Entahlah, padahal ia begitu sempurna, tapi ia tak tahu bahwa aku
tak mencintainya. Jika ia tahu, ia pasti akan sangat marah padaku. Karena sudah
ratusan tahun kita bersama, karena itulah aku menyebut diriku vampire paling
jahat. Semua itu kulakukan karena aku membutuhkan keahlian Hillary, ia pemburu
yang hebat. Kami suka berburu bersama-sama. Sedangkan aku tak memiliki keahlian
apapun. Kami berencana untuk tunangan di Alaska tahun depan. Aku mempersiapkan
acara itu dengan menyamar sebagai manusia untuk bekerja di kota. Kaum sepertiku
tak sulit mendapatkan pekerjaan karena kemampuan intelektual kami tak terbatas…
tak seperti manusia. Di kota kecil ini membuatku cepat terkenal. Tapi tak ada
yang tahu bahwa aku seorang vampire. Begitu juga dengan Hillary. Hillary pergi
bersekolah karena fisiknya seperti manusia pada masa SMA. Dan aku mengajar di
sekolah di mana Hillary bersekolah. Selain Hillary, ada seorang manusia menjadi
anak baru juga di sekolah tersebut. Aku tak begitu memperhatikannya tapi karena
ia cukup di sukai di kalangan murid pria, aku tahu namanya Samantha. Ketika aku
masuk di kelasnya, ia bukan murid yang pintar seperti Hillary. Tapi aku tahu
bahwa ia menyukaiku. Aku tahu dari sikapnya yang selalu ramah padaku dan
meminta aku mengajarinya pelajaran yang aku ampu. Dekat dengan seorang manusia
bukan ide yang baik. Karena kapan saja aku bisa menyantapnya, tapi tak boleh
dengan Sam. Ia anak seorang suku Indian yang bisa menguak identitas kaumku.
+++
Malam itu Seattle
diguyur hujan lebat, aku menyelesaikan hasil ulangan murid-muridku. Hillary datang
sambil melihat kertas-kertas ulangan murid-muridku. Ia duduk di sampingku dan
memulai percakapan.
“belum hill, tak
mungkin aku mengundurkan diri cepat-cepat seperti itu” aku menjawab ucapannya
ketika ia berkata bahwa sudah saatnya kita berhenti berpura-pura untuk menjadi
manusia.
“tidak ada yang
tidak mungkin, Chad. Sepertinya ada yang lain kenapa kau tak ingin cepat-cepat
mengundurkan diri dari pekerjaan!” Hillary mulai marah.
“maksud kamu apa,
hill? Kita tidak mungkin keluar dari sekolah secara bersama-sama, pasti akan
dicurigai” alasanku. Dan itu memang alasan yang tepat.
“oke, kalau begitu
aku minta kamu jangan dekat-dekat dengan Sam! Aku nggak mau kehilanganmu, Chad”
Hillary menunduk sedih.
Baru kali ini
Hillary cemburu. Ia selalu percaya padaku, dan ternyata ia meminta untuk mengakhiri
semua ini karena Sam. Seorang gadis berambut hitam sebahu dengan mata biru
keabu-abuan. Dan aku merasa telah berubah. Aku juga menyukai sam. Apa aku harus
berbohong lagi dengan Hillary? Jika aku berkata yang sebenarnya, Hillary bisa
membunuh sam. Betapa mudahnya sam untuk dimakan… sepertinya aku harus berbohong
lagi. Maafkan aku, hill. Aku memeluk Hillary.
“dia muridku hill,
lagian dia Cuma minta diajarin kimia. Kau tahu bagaimana prestasinya di
sekolah… kenapa kau harus curiga? Semua ini khan aku mendalami peranku sebagai
manusia. Itu semua juga demi kamu”. Bohongku.
“baiklah kali ini, tapi setelah selesai jangan dekat-dekat lagi padanya. Kecuali kau akan memangsanya” ujarnya lagi. Aku mengangguk dan ia kembali memainkan pekerjaannya yang semula. Bermain piano.
Dengan meminta ijin
untuk mencari mangsa, aku melayang menuju rumah Sam. Jam segini gadis itu sudah
terlelap. Aku ingin hadir dalam mimpinya.
Sam terjaga dari
mimpinya, hari telah siang. Ia mebuka gorden kamarnya lebar-lebar dan matahari
menyambutnya dengan senang. Ia memimpikan guru kimianya. Seorang pria yang
paling tampan yang pernah dilihatnya. Hari ini liburan sekolah, alhasil ia tak
bisa bertemu dengan mr. Chad. Karenanya ia menyukai kimia. Dan ia yakin
nilainya akan baik semester depan. Ia harus berterimakasih pada pak gurunya
itu. Dengan mengendarai motornya, sam pergi ke kota untuk membeli hadiah untuk
chad.
Namun karena ia
sendiri di jalanan yang sepi, sam merasa ketakutan. Ia cepat-cepat membeli
tuksedo untuk laki-laki dan segera pulang. Dalam perjalanan… ia melihat seorang
wanita terjatuh di jalanan. Dan berhenti untuk menolongnya, dan mengantarkan
wanita itu ke rumah sakit.
“kau sam, ya?”
Tanya wanita itu saat di perjalanan.
“iya, apakah kita
saling mengenal?” balas sam.
“oh! Aku Hillary”
Hillary tersentak kaget. Ia tak menyangka mangsanya kali ini adalah sam.
“Hillary? Oh aku
tak tahu itu kau, maafkan aku. Kenapa kau bisa di jalanan tengah malam begini
Hillary? Kau baik-baik saja?”
“ya, aku terjatuh
dari angkutan umum. Dan terlambat untuk pulang. Antarkan aku pulang saja sam”
kemudian dari belakang Hillary menggigit leher sam.
0 komentar:
Posting Komentar