Rss

Minggu, 17 Juni 2012

VAMPIRE



            “Kau beneran gak tau siapa aku, la?. Sama sekali tidak ada rasa curiga sedikitpun padaku?... pikirkan saja… kau selalu melihatku di malam hari” ujarku pada lala, seorang gadis cantik dengan wajah yang memucat karena ketakutan. Pertama kali aku melihatnya selalu berdiri di balkonnya pada malam hari. Aku tahu ia sedang bersedih karena orang tuanya selalu bertengkar. Aku datang untuk menghiburnya dan menjadi temannya. Tapi baru malam ini aku akan menyantapnya. Setelah aku yakin ia mampu bahagia meski hidup tak membuatnya bahagia.
            Ia mundur perlahan-lahan. Dengan tertawa sinis aku menunjukkan mata tajamku, lala menatap wajahku yang terpantul sinar rembulan dan berteriak sembari berlari ke dalam rumah. Dalam hitungan detik aku telah berada di depannya, ia ketakutan tak dapat lolos.
            Tanpa basa-basi lagi kugigit lehernya. Darahnya begitu enak… aku meninggalkannya seperti manusia membuang botol minuman yang telah habis diminum. Dan aku terbang kembali ke rumahku, jauh dari kota di mana kaum sepertiku tak perlu bersembunyi dari manusia, namaku Chad-vampire paling jahat diantara vampire yang pernah ada.
            Seperti yang kau tahu vampire tak pernah keluar pada siang hari, tapi tidak untukku. Karena aku paling kuat… jadi aku bisa bertahan dengan sinar matahari… itu kulakukan dengan tujuan-tujuan tertentu, seperti menipu teman-teman manusiaku agar aku lebih mudah membawa mereka ke dalam duniaku. Aku tak punya orang tua seperti vampire lainnya, orang tua yang kumaksud merupakan seorang pelindung. Aku hanya hidup berdua dengan kekasihku yaitu Hillary. Ia putri vampire yang meninggalkan kerajaannya untuk bersamaku. Dan aku yakin ia mencintaiku… tak seperti aku yang tak mencintainya. Entahlah, padahal ia begitu sempurna, tapi ia tak tahu bahwa aku tak mencintainya. Jika ia tahu, ia pasti akan sangat marah padaku. Karena sudah ratusan tahun kita bersama, karena itulah aku menyebut diriku vampire paling jahat. Semua itu kulakukan karena aku membutuhkan keahlian Hillary, ia pemburu yang hebat. Kami suka berburu bersama-sama. Sedangkan aku tak memiliki keahlian apapun. Kami berencana untuk tunangan di Alaska tahun depan. Aku mempersiapkan acara itu dengan menyamar sebagai manusia untuk bekerja di kota. Kaum sepertiku tak sulit mendapatkan pekerjaan karena kemampuan intelektual kami tak terbatas… tak seperti manusia. Di kota kecil ini membuatku cepat terkenal. Tapi tak ada yang tahu bahwa aku seorang vampire. Begitu juga dengan Hillary. Hillary pergi bersekolah karena fisiknya seperti manusia pada masa SMA. Dan aku mengajar di sekolah di mana Hillary bersekolah. Selain Hillary, ada seorang manusia menjadi anak baru juga di sekolah tersebut. Aku tak begitu memperhatikannya tapi karena ia cukup di sukai di kalangan murid pria, aku tahu namanya Samantha. Ketika aku masuk di kelasnya, ia bukan murid yang pintar seperti Hillary. Tapi aku tahu bahwa ia menyukaiku. Aku tahu dari sikapnya yang selalu ramah padaku dan meminta aku mengajarinya pelajaran yang aku ampu. Dekat dengan seorang manusia bukan ide yang baik. Karena kapan saja aku bisa menyantapnya, tapi tak boleh dengan Sam. Ia anak seorang suku Indian yang bisa menguak identitas kaumku.

+++

            Malam itu Seattle diguyur hujan lebat, aku menyelesaikan hasil ulangan murid-muridku. Hillary datang sambil melihat kertas-kertas ulangan murid-muridku. Ia duduk di sampingku dan memulai percakapan.
            “belum hill, tak mungkin aku mengundurkan diri cepat-cepat seperti itu” aku menjawab ucapannya ketika ia berkata bahwa sudah saatnya kita berhenti berpura-pura untuk menjadi manusia.
            “tidak ada yang tidak mungkin, Chad. Sepertinya ada yang lain kenapa kau tak ingin cepat-cepat mengundurkan diri dari pekerjaan!” Hillary mulai marah.
            “maksud kamu apa, hill? Kita tidak mungkin keluar dari sekolah secara bersama-sama, pasti akan dicurigai” alasanku. Dan itu memang alasan yang tepat.
            “oke, kalau begitu aku minta kamu jangan dekat-dekat dengan Sam! Aku nggak mau kehilanganmu, Chad” Hillary menunduk sedih.
            Baru kali ini Hillary cemburu. Ia selalu percaya padaku, dan ternyata ia meminta untuk mengakhiri semua ini karena Sam. Seorang gadis berambut hitam sebahu dengan mata biru keabu-abuan. Dan aku merasa telah berubah. Aku juga menyukai sam. Apa aku harus berbohong lagi dengan Hillary? Jika aku berkata yang sebenarnya, Hillary bisa membunuh sam. Betapa mudahnya sam untuk dimakan… sepertinya aku harus berbohong lagi. Maafkan aku, hill. Aku memeluk Hillary.
            “dia muridku hill, lagian dia Cuma minta diajarin kimia. Kau tahu bagaimana prestasinya di sekolah… kenapa kau harus curiga? Semua ini khan aku mendalami peranku sebagai manusia. Itu semua juga demi kamu”. Bohongku.

            “baiklah kali ini, tapi setelah selesai jangan dekat-dekat lagi padanya. Kecuali kau akan memangsanya” ujarnya lagi. Aku mengangguk dan ia kembali memainkan pekerjaannya yang semula. Bermain piano.

            Dengan meminta ijin untuk mencari mangsa, aku melayang menuju rumah Sam. Jam segini gadis itu sudah terlelap. Aku ingin hadir dalam mimpinya.

            Sam terjaga dari mimpinya, hari telah siang. Ia mebuka gorden kamarnya lebar-lebar dan matahari menyambutnya dengan senang. Ia memimpikan guru kimianya. Seorang pria yang paling tampan yang pernah dilihatnya. Hari ini liburan sekolah, alhasil ia tak bisa bertemu dengan mr. Chad. Karenanya ia menyukai kimia. Dan ia yakin nilainya akan baik semester depan. Ia harus berterimakasih pada pak gurunya itu. Dengan mengendarai motornya, sam pergi ke kota untuk membeli hadiah untuk chad.
            Namun karena ia sendiri di jalanan yang sepi, sam merasa ketakutan. Ia cepat-cepat membeli tuksedo untuk laki-laki dan segera pulang. Dalam perjalanan… ia melihat seorang wanita terjatuh di jalanan. Dan berhenti untuk menolongnya, dan mengantarkan wanita itu ke rumah sakit.
            “kau sam, ya?” Tanya wanita itu saat di perjalanan.
            “iya, apakah kita saling mengenal?” balas sam.
            “oh! Aku Hillary” Hillary tersentak kaget. Ia tak menyangka mangsanya kali ini adalah sam.
            “Hillary? Oh aku tak tahu itu kau, maafkan aku. Kenapa kau bisa di jalanan tengah malam begini Hillary? Kau baik-baik saja?”
            “ya, aku terjatuh dari angkutan umum. Dan terlambat untuk pulang. Antarkan aku pulang saja sam” kemudian dari belakang Hillary menggigit leher sam.     

0 komentar: