Namaku Taylor,
aku pecinta Moccacino. Pokoknya segala macam jenis kopi…
Rasa
yang begitu sensasional yang mengingatkanku pada segaris tinta di catatan
kuliahku… garisan yang indah dan membuat lukisan senyum di wajahku muncul ketika
melihat papa menikah lagi dengan wanita yang tak kukenal sebulan yang lalu.
Moccacino, minuman yang membuatku nyaman dan tenang, melupakan sejenak tiap
masalah yang ada. Serta teman dalam kesendirianku. Mamaku yang baru sangat
membenci Moccacino. Karena tiap kali aku membuat segaris Moccacino, aku selalu
tak menghiraukannya. Karena itu Ia selalu membuang Moccacinoku yang masih di
Sachete di dalam dapur agar aku tak dapat meminumnya lagi. Tentu saja Ia tak
bersikap seperti itu jika ada papa. Aku senang jika ada papa, aku senang jika
papa dekat denganku, hanya Ia yang bisa mengerti aku, tapi tentu saja aku tak
mau mengungkapkan kekesalanku pada mama, karena mama adalah hidup papa.
“mau
pesan apa, mbak?”
0 komentar:
Posting Komentar