Rss

Jumat, 15 Juni 2012

Segaris Moccacino




             Namaku Taylor, aku pecinta Moccacino. Pokoknya segala macam jenis kopi…
          Rasa yang begitu sensasional yang mengingatkanku pada segaris tinta di catatan kuliahku… garisan yang indah dan membuat lukisan senyum di wajahku muncul ketika melihat papa menikah lagi dengan wanita yang tak kukenal sebulan yang lalu. Moccacino, minuman yang membuatku nyaman dan tenang, melupakan sejenak tiap masalah yang ada. Serta teman dalam kesendirianku. Mamaku yang baru sangat membenci Moccacino. Karena tiap kali aku membuat segaris Moccacino, aku selalu tak menghiraukannya. Karena itu Ia selalu membuang Moccacinoku yang masih di Sachete di dalam dapur agar aku tak dapat meminumnya lagi. Tentu saja Ia tak bersikap seperti itu jika ada papa. Aku senang jika ada papa, aku senang jika papa dekat denganku, hanya Ia yang bisa mengerti aku, tapi tentu saja aku tak mau mengungkapkan kekesalanku pada mama, karena mama adalah hidup papa.
          “mau pesan apa, mbak?”
               

0 komentar: